Monday, 20 March 2017

PERANAN STATISTIKA DALAM KEGIATAN ILMIAH


PERANAN STATISTIKA DALAM KEGIATAN ILMIAH
Statistika dan Penggunaannya
            Untuk membahas kegunaan statistika, di bawah ini dikemukakan dua definisi tentang statistika. Pertama, definisi menurut Boot dan Cox (1970:3) yang menyatakan “Statistics is the body of theory and methodology employed in analyzing and using numerical evidence to choose one among several alternative decisions or action when not all revevant facts are know.” Statistika adalah suatu kumpulan teori dan metodologi yang digunakan untuk menganalisis bukti-bukti numerik guna menetapkan satu dari beberapa alternatif keputusan atau tindakan, dimana tidak semua fakta yang relevan diketahui.
            Kedua, definisi menurut Sanders dkk. (1980:6) “Statistics is the body of principles and procedurses develop for the collection, classification, summarization, interpretation, and communication of numerical data and the use of such data.” Statistika adalah suatu kumpulan prinsip dan prosedur yang dikembangkan untuk pengumpulan, pengklasifikasian, perangkuman, pemaknaan, dan pengkomunikasian penggunaan data tersebut.
            Dari kedua difinisi tersebut diperoleh pengertian bahwa, statistika adalah sebuah  ilmu terapan yang digunakan sebagai sarana pengambilan keputusan jika tidak terdapat cukup bukti atau informasi untuk pengambilan keputusan secara langsung. Jika Boot dan Cox lebih menekankan statistka sebagai sarana manajerial, maka Sanders dkk. lebih menekankan pada bagaimana proses pengumpulan data, pengolahan, interpretasi data. Dengan kata lain statistika adalah suatu metodologi pengambilan keputusan atau tindakan berdasarkan data atau informasi yang dikumpulkan secara sistematik.
            Dengan statistika memungkinkan seseorang mendeskripsikan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan diketahuinya hubungan-hubungan tersebut, maka seorang peneliti dapat memberikan beberapa alternatif keputusan atau tindakan. Melalui statistika seseorang dapat memprediksi apa yang akan terjadi, yakni dengan menganalisis hubungan peristiwa-peristiwa masa lalu dengan apa yang akan terjadi saat ini dalam masalah yang sama.
            Sebagai contoh, dalam dunia bisnis statistika dapat digunakan untuk memprediksi potensi pasar atas suatu produk sehingga perencanaan produksi bisa diatur dengan resiko kekeliruan yang sekecil-kecilnya. Dalam bidang rekayasa dengan statistika memungkinkan seorang sarjana teknik memprediksi umur rata-rata suatu produk sebelum terjadinya kegagalan fungsi suatu mesin atau sistem. Demikian pula dalam bidang pendidikan dan psikologi, statistika dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan atau dampak dari suatu perilaku tertentu (Tedjo N. R., 2006 : 1-2).
            Dari pengertian dan penjelasan di atas dapat ditarik kegunaan statistika, yaitu :
  1. Alat meringkas dan menata sejumlah besar data, agar mudah dipahami
  2. Alat bantu untuk mempelajari atau meneliti populasi dan sampel
  3. Alat bantu untuk membuat keputusan
  4. Alat bantu untuk membuat rujukan yang dapat diandalkan

Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial
            Menurut Sugiyono (2007 : 21-22), dikatakan bahwa dalam arti sempit statistik dapat diartikan sebagai data, tetapi dalam arti luas statistik dapat diartikan sebagai alat. Alat untuk analisis, dan alat untuk membuat keputusan. Statistik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial. Selanjutnya Statistik Inferensial dapat dibedakan menjadi Statistik Parametris dan Non Parametris. Statistik Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis hasil penelitian, tetapi hasil penelitian itu tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (generalisasi/inferensi). Penelitian yang tidak menggunakan sampel, analisisnya akan menggunakan statistik deskriptif. Demikian juga penelitian yang menggunakan sampel, tetapi peneliti tidak bermaksud untuk membuat kesimpulan terhadap populasi dari mana sampel itu diambil, maka statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif. Dalam hal ini teknik korelasi dan regresi juga dapat berperan sebagai statistik deskriptif.
            Statistik Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensikan) untuk populasi dimana sampel diambil. Terdapat dua macam statistik Inferensial yaitu statistik parametris dan non parametris.
            Statistik parametris digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Sedangkan statistik non-parametris digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi, artinya tidak harus normal. Dalam hal ini teknik korelasi dan regresi dapat berperan sebagai statistik inferensial.
            Proses statistika sebagaimana dikemukakan Sanders dkk seperti yang dikutip oleh Tedjo (2006 : 2) terdiri dari serangkaian kegiatan, antara lain (a) pengumpulan data, (b) pengolahan data (mengklasifikasikan, merangkum data), (c) penyajian dan menginformasikan data, (d) menyimpulkan data, serta (e)  menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi.
            Kegiatan (a) sampai dengan (c) dikenal sebagai statistik deskriptif, yakni kegiatan yang berkaitan dengan bagaimana memperoleh dan menyajikan data atau informasi agar mudah dipahami oleh pihak lain yang berkepentingan, sedangkan kegiatan (d) dan (e) dikenal sebagai statistik inferensial, yakni kegiatan yang berkaitan dengan pengambilan kesimpulan tentang karakteristik populasi yang dikaji.

Dua Jenis Data Numerik

            Definisi statistika mengemukakan bahwa, diperlukan sejumlah data atau bukti untuk memungkinkan seseorang menganalisis (secara statistika) agar dapat menemukan sejumlah alternatif keputusan atau tindakan. Data yang diperoleh dari hasil perhitungan atau pengukuran untuk keperluan analisis menghasilkan nilai yang beragam dari suatu variabel, yakni karakteristik yang menunjukkan variasi. Variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan disebut variabel deskrit, hasil perhitungannya disebut frekuensi dan dinyatakan dengan bilangan deskrit (bilangan utuh, misalnya jumlah mahasiswa dalam suatu kelas). Variabel yang nilainya diperoleh dari pengukuran disebut variabel kontinu, hasil pengukurannya disebut data metrik.

No comments:

Post a Comment