PENGUKURAN GEJALA PUSAT (CENTRAL
TENDENCY)
Setiap
penelitian selalu berkenaan dengan sekelompok data. Yang dimaksud dengan
kelompok disini adalah, satu orang mempunyai sekelompok data, atau sekelompok
orang memiliki mempunyai satu macam data. Contohnya, sekelompok mahasiswa di
kelas dengan satu nilai matakuliah atau satu orang mahasiswa memiliki beberapa
nilai matakuliah.
Dalam
penelitian, peneliti akan memperoleh sekelompok data variabel tertentu dari
sekelompok responden atau obyek yang diteliti. Contohnya, seseorang melakukan penelitian
tentang kemampuan kerja pegawai di lembaga “X”, maka peneliti akan mendapatkan
data tentang kemampuan pegawai di lembaga “X” tersebut. Prinsip dasar dari
penjelasan terhadap kelompok yang diteliti adalah bahwa penjelasan yang
diberikan harus betul-betul mewakili seluruh kelompok pegawai di lembaga “X”
tersebut.
Beberapa
teknik penjelasan kelompok yang telah diobservasi dengan data kuantitatif, selain
dijelaskan dengan menggunakan tabel dan gambar dapat pula dijelaskan dengan
menggunakan teknik statistik yang disebut Modus,
Median, dan Mean.
Modus,
Median, dan Mean merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menjelaskan kelompok
yang didasarkan atas gejala pusat (tendency
central) dari kelompok tersebut, namun dari ketiga macam teknik tersebut
yang menjadi gejala pusatnya berbeda-beda.
- Modus
Modus merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang
sedang populer (yang sedang menjadi mode) atau nilai yang paling sering muncul
dalam kelompok tersebut.
Contoh Modus dalam Data Kualitatif
a. Seorang peneliti tahun 1970-an datang
di Yogyakarta dan melihat para siswa dan mahasiswa masih banyak yang naik
sepeda. Selanjutnya peneliti dapat menjelaskan dengan Modus yaitu bahwa kelompok siswa dan mahasiswa di Yogyakarta pada
tahun 1970-an masih banyak yang naik sepeda.
b. Kebanyakan pemuda di Indonesia menghisap rokok
c. Pada umumnya pegawai negeri tidak disiplin
kerjanya
d. Pada umumnya warna mobil tahun 1970-an adalah
warna cerah, sedangkan tahun 1980-an warnanya gelap.
Contoh Modus dalam Data Kuantitatif
Hasil observasi terhadap
umur pegawai di Departemen “X” adalah : 20, 45, 60, 56, 45, 45, 20, 19, 57, 45,
45, 51, dan 35. Untuk mengetahui modus umur dari data pegawai tersebut dapat
digunakan pertolongan tabel sebagai berikut :
Umur Pegawai di Departemen “X”
Umur Pegawai
|
Jumlah
|
19
20
35
45
51
56
57
60
|
1
2
1
5
1
1
1
1
|
Jumlah
|
13
|
Dari tabel di atas dapat
dilihat bahwa yang paling banyak muncul dari observasi adalah umur 45,
munculnya sebanyak 5 kali atau frekuensinya 5. Jadi dapat dijelaskan bahwa
kelompok pegawai di Departemen “X” sebagian besar berumur 45 tahun.
Dalam suatu kelompok data hasil observasi,
mungkin akan ditemui modusnya lebih dari satu. Dari 13 orang yang terdata dalam
tabel di atas misalnya, terdapat 5 orang yang berumur 45 tahun, dan 2 orang
berumur 20 tahun, sehingga modusnya adalah umur 45 dan 20 tahun. 45 tahun
disebut sebagai modus ke 1 (dengan frekuensi 5 kali), sedangkan 20 tahun
disebut sebagai modus ke 2 (frekuensinya 2 kali).
- Median
Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai
tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya, baik dari yang terkecil
sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil.
Misalnya, dengan menggunakan contoh data di atas yaitu
umur pegawai di Departemen “X” dapat digunakan untuk mencari Median dari
kelompok data tersebut. Untuk mencari mediannya data harus disusun terlebih
dahulu urutannya. Dari data di atas setelah disusun urutannya dari yang
terkecil sampai yang terbesar maka urutannya menjadi sebagai berikut :
19, 20, 20, 35, 45, 45, 45, 45, 45, 51, 56, 57, 60
Nilai tengah dari
kelompok data di atas adalah berada di urutan ke 7 yaitu skor 45. Jadi mediannya adalah 45. Kebetulan dari data di atas
mediannya sama dengan modusnya.
Contoh lain, diketahui data tinggi badan dari sepuluh Mahasiswa
di kelas “X” adalah sebagai berikut : 145, 147, 167, 166, 160, 164, 165, 170,
171, dan 180 cm.
Untuk mencari median dari
data di atas maka data tersebut terlebih dahulu diurutkan dari yang terkecil
sampai yang terbesar. Setelah diurutkan maka urutannya menjadi sebagai berikut
:
145, 147, 160, 164, 165, 166, 167, 170, 171, 180
Karena jumlah individu
dalam data tersebut genap, maka untuk mencari mediannya adalah dengan membagi
dua dari dua nilai yang persis berada ditengah urutan tersebut, sehingga
mediannya berada pada urutan ke 5 dan ke 6 dibagi dua yaitu skor 165 dan 166,
sehingga mediannya ketemu 165,5 cm. Jadi dapat dikatakan bahwa median dari
tinggi badan Mahasiswa tersebut adalah 165,5 cm.
- Mean
Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai
rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata (mean) ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam
kelompok dibagi dengan jumlah individu yang ada dalam kelompok tersebut. Hal
ini dapat dirumuskan dengan rumus mean sebagai berikut :
Me
=
Dimana :
Me :
Mean (rata-rata)
∑ :
Epsilon (baca jumlah)
Xi :
Nilai X ke i sampai ke n
N :
Jumlah individu
Contoh :
Sepuluh pegawai di PT.
Laut penghasilan sebulannya dalam satuan ribu rupiah adalah sebagai berikut :
90, 120, 160, 60, 180, 190, 90, 180,
70, 160
Untuk mencari mean atau
rata-rata data tersebut tidak perlu diurutkan nilainya seperti dalam mencari
median, tetapi dapat langsung dijumlahkan, kemudian dibagi dengan jumlah
individu dalam kelompok tersebut. Berdasarkan data tersebut maka meannya dapat dihitung yaitu :
Me = ( 90 + 120 + 160 +
60 + 180 + 190 + 90 + 180 + 70 + 160 ) : 10 = 130.
Jadi penghasilan
rata-rata pegawai di PT Laut adalah Rp. 130.000,-
Seperti
telah dikemukakan bahwa, menjelaskan keadaan kelompok berarti setiap pernyataan
kualitatif maupun kuantitatif yang ditunjukkan pada kelompok itu harus dapat
mewakili individu-individu yang ada dalam kelompok. Ini berarti bahwa setiap pernyataan yang ditunjukkan pada
kelompok itu diharapkan tidak terjadi
penyimpangan yang ekstrim dengan setiap individu di dalam kelompok itu.
Misalnya memberikan penjelasan kelompok dengan mean, yang menyatakan rata-rata penghasilan pegawai di suatu
departemen adalah Rp. 130.000,- maka individu-individu dalam kelompok itu
penghasilannya tidak jauh dari Rp. 130.000,-
Contoh :
Delapan penduduk di desa
Sukaraja, penghasilannya setiap bulan dalam satuan ribu rupiah adalah sebagai
berikut :
70, 90, 90, 190, 600, 900, 1200, 1800
Penghasilan rata-rata (mean) dari 8 penduduk Sukaraja tersebut
adalah :
Me =
= 617,5
Jadi
Meannya adalah 617,5 ribu rupiah.
Sekarang terlihat bahwa
rata-rata penghasilan kelompok itu kurang mewakili individu yang berpenghasilan
Rp. 190.000,- kebawah dan Rp. 1.200.000,- ke atas. Disini terlihat terjadi
jarak penghasilan yang ekstrim. Untuk itu maka sebaiknya tidak digunakan “mean”
sebagai alat untuk menjelaskan keadaan kelompok tersebut, tetapi digunakan
“median”.
Harga rata-rata untuk
median dari delapan orang tersebut adalah :
Md
=
= 395
ribu rupiah.
Harga ini akan lebih
mewakili penghasilan delapan orang penduduk Sukaraja tersebut.
Dari tiga teknik penjelasan kelompok seperti
yang telah dikemukakan (Modus, Median,
dan Mean), masing-masing teknik ada
yang lebih menguntungkan.
Digunakan modus apabila peneliti ingin cepat memberikan penjelasan
terhadap kelompok, tetapi dengan hanya mempunyai data yang populer pada
kelompok itu, teknik ini kurang teliti.
Median digunakan bila terdapat
data yang ekstrim dalam kelompok itu, sedangkan mean digunakan bila dalam kelompok itu terdapat kenaikan data
yang merata.
Bila
peneliti ragu dalam menggunakan berbagai teknik penjelasan kelompok ini, maka
sebaiknya ketiga teknik ini digunakan bersama. Jadi Modus, Median, dan Mean
dari data kelompok itu dihitung semuanya dan disajikan agar pembaca memberikan
interpretasi sendiri dan membuat kesimpulan sendiri mana yang dianggap paling
mewakili kelompok yang dijelaskan.- Menghitung Modus, Median dan Mean untuk Data
Bergolong
(Tersusun
dalam Tabel Distribusi Frekuensi)
Contoh :
Dari data hasil tes
tentang kemampuan manajerial terhadap 100 pegawai di PT. Rejosari setelah
disusun dalam tabel distribusi frekuensi adalah seperti di bawah ini (range
nilai kemampuan manajerial antara 0 s/d 100).
DISTRIBUSI NILAI KEMAMPUAN MANAJERIAL
100 PEGAWAI DI PT. REJOSARI
|
Interval Nilai Kemampuan
|
Frekuensi/Jumlah
|
|
21 – 30
31 – 40
41 – 50
51 – 60
61 – 70
71 – 80
81 – 90
91 – 100
|
2
6
18
30
20
10
8
6
|
|
Jumlah
|
100
|
Berdasarkan data tersebut
di atas hitunglah Modus, Median, dan Meannya
a.
Menghitung Modus
Untuk menghitung modus,
data yang telah disusun ke dalam tabel distribusi frekuensinya / data
bergolong, dapat digunakan rumus sebagai berikut :
Mo = b + p (
)
Dimana :
Mo :
Modus
b : Batas bawah
kelas interval dengan frekuensi terbanyak
b₁ : Frekuensi
pada kelas modus (frekuensi pada kelas interval yang
terbanyak) dikurangi
frekuensi kelas interval terdekat
sebelumnya
b₂ : Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas
interval
berikutnya
p : panjang
kelas interval
Berdasarkan tabel distribusi di atas
maka dapat ditemukan :
1.
Kelas modus-nya
berada kelas ke empat (f-nya terbesar yakni 30)
2.
b = 51 – 0,5 =
50,5
3.
b₁ = 30 – 18 = 12
(30 = kelas modus, 18 = f kelas sebelumnya)
4.
b₂ = 30 – 20 = 10
(30 = kelas modus, 20 = f kelas sesudahnya)
5.
p = 10
Jadi Modus-nya adalah = 50,5 + 10 (
) = 55,95
b. Menghitung
Median
Untuk menghitung median, rumus yang
digunakan adalah :
Md = b + p (
)
Dimana :
Md: Median
b :
Batas bawah, dimana median akan terletak
n :
Banyaknya data/jumlah sampel
p :
Panjang kelas interval
F :
Jumlah semua frekuensi sebelum kelas median
f :
Frekuensi kelas median
Median dari nilai
kemampuan manajerial 100 pegawai PT. Rejosari dapat dihitung dengan rumus di
atas, dalam hal ini :
Setengah dari seluruh
data (½ n) = ½ x 100 = 50.
Mediannya akan terletak
pada interval ke empat, karena sampai pada interval ini (interval keempat)
jumlah frekuensinya sudah lebih dari 50, tepatnya 56.
Dengan demikian pada
interval ke empat ini merupakan kelas median, batas bawahnya (b) adalah 51 –
0,5 = 50,5. Panjang kelas mediannya (p) adalah 10, dan frekuensinya = 30 (lihat
tabel di atas). Adapun F-nya = 2 + 6 + 18 = 26.
Jadi
median-nya = 50,5 + 10 (
) = 58,5
c. Menghitung
Mean
Untuk menghitung mean dari data bergolong tersebut, maka
terlebih dahulu data disusun menjadi seperti tabel berikut, sehingga
perhitungannya mudah dilakukan.
DISTRIBUSI NILAI KEMAMPUAN
MANAJERIAL
100 PEGAWAI PT. REJOSARI
|
Interval
Nilai
|
Xi
|
fi
|
fi xi
|
|
21 – 30
31 – 40
41 – 50
51 – 60
61 – 70
71 – 80
81 – 90
91 - 100
|
25,5
35,5
45,5
55,5
65,5
75,5
85,5
95,5
|
2
6
18
30
20
10
8
6
|
51
213
819
1665
1310
755
684
573
|
|
|
Jumlah
|
100
|
6070
|
Rumus untuk menghitung mean dari data bergolong adalah :
Me =
Dimana :
Me :
Mean untuk data bergolong
∑ fi :
Jumlah data/sampel
fi xi : Produk perkalian antara fi pada
tiap interval data dengan
tanda kelas (xi).
xi : adalah rata-rata dari nilai terendah dan tertinggi setiap
interval
data.
Misalnya fi untuk
interval pertama =
=
25,5
Berdasarkan tabel
penolong ini, maka mean dari data
bergolong dapat dihitung dengan rumus yang diberikan di atas, yaitu :
Me =
=
= 60,70
Jadi rata-rata mean dari
nilai kemampuan 100 pegawai PT. Rejosari tersebut adalah 60,70.